Archive for September, 2006

September 29th, 2006 By phery Posted in Cerita Singkat

Jakarta Pekan Ini

Hampir sepekan sejak aku menginjakkan kaki di bumi Ibukota Jakarta. Baru hari ini aku bisa ke warnet soalnya besok Sabtu trainingnya libur jadi bisa dipuas-puasin maen-maen keliling Jakarta. Dari Jakarta Pusat aku berkeliling ke tempat temen, Cool Donay di daerah Pondok Gede yang di daerah Jakarta Timur. Fiuh jauh banged. Tapi alhamdulillah, keadaan yang membuatku sendiri mau nggak mau jadi berani. + Continue Reading

Popularity: 5% [?]

September 23rd, 2006 By phery Posted in Sekilas Info

Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah

Dan bila kau harus pergi
Jauh dan tak kembali
Ku akan merelakan mu bila kau bahagia
Selamanya disana walau tanpaku

Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi
Pastikan saja langkahmu tetap berarti
Bisakah aku tanpamu sanggupkah aku tanpamu

Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah

Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah

perpisahanKembali sepenggal lirik lagu Sheila on 7 tersebut menjadi syair kehidupan bagi diriku saat ini. Besok Minggu (24/9) tepat di hari pertama puasa ramadhan tahun ini aku meninggalkan kota kelahiranku dan juga kota yang penuh kenangan bagiku, Jogja, untuk mewujudkan impianku sejak dulu, menaklukkan ibukota Jakarta. + Continue Reading

Popularity: 5% [?]

September 21st, 2006 By phery Posted in Cerita Singkat

Siap Melompat Lebih Tinggi

Kita berlari dan teruskan bernyanyi
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh nanti
Kau siap mengangkat aku lebih tinggi + Continue Reading

Popularity: 6% [?]

September 19th, 2006 By phery Posted in Cerita Singkat

Arti Kata Profesional

P-R-O-F-E-S-I-O-N-A-L! Ya kata itulah yang menusuk telingaku beberapa hari yang lalu. Bukan cuman telinga deng tapi juga mata. Entah yang ngomong tentang profesional itu udah tau artinya ato blom yang jelas aku sendiri gak tau apa itu sebenarnya arti dari profesional, terutama dalam bekerja mungkin maksudnya.

Yang sering aku dengar kata profesional sih buat para pemain sepakbola itu. Demi profesionalisme mereka bersedia meninggalkan tim yang telah dibelanya beberapa musim untuk bergabung dengan klub yang menawarinya dengan fasilitas yang lebih baik. Tapi, entahlah apa kata profesional itu bisa berlaku juga buat aku yang notabene bukanlah seorang pemain sepakbola.

Tapi setelah kupikirkan kembali akhirnya aku menerima juga tantangan untuk berlaku profesional dan membuang identitas kami sebagai ‘teman’. So what? Bagiku hal kayak gitu sih bukan masalah, yang jadi masalah sih profesionalisme bisa memporakporandakan hubungan pertemanan ataupun pertalian lainnya. Kalo emang gitu, berarti aku gak akan mau untuk berlaku profesional di waktu-waktu tertentu karena pada dasarnya profesional itu tidak bakal terjadi dengan mudah di Indonesia ini. Demikian juga bila aku disuruh berlaku profesional.

Yang jelas, gimanapun juga arti kata profesional sangat sulit untuk diidentifikasikan karena sering rancu dengan arti yang lain. Salah satu tipe profesional adalah profesional dari sisi moral/mental dalam tiga hal yang harus dihindari oleh seseorang sehingga bisa disebut profesional secara moral. Bagaimana sesorang dianggap profesional dari sisi moral ? Ada tiga hal pokok yang musti dilakukan/dipegang oleh seorang pekerja profesional, yaitu :
- tidak memaksa,
- tidak mengiba, dan
- tidak berjanji.

Sikap moral profesi ini sangat dikontrol oleh konsep diri seseorang antara lain sikap menghadapi tantangan, cobaan serta hambatan. Nah, sudah siapkah Anda dengan menjadi seorang yang PROFESIONAL?

Popularity: 22% [?]

September 8th, 2006 By phery Posted in Humor Alternatif

Tertawa Itu Sehat

tertawaTertawa itu sehat. Memang sih terkesan itu merupakan kata-kata yang udah basi dan jarang lagi digunakan di abad maju saat ini. Tapi, ingatlah bahwa ajaran untuk tertawa emang udah diajarin sejak kita masih bayi loh. Buktiin aja deh.

Cara tertawa orang dewasa dan anak-anak berbeda. Anak-anak dapat tertawa secara spontan, sebaliknya orang dewasa butuh situasi yang tepat untuk bisa tertawa. Dikala menghadapi stres, sulit rasanya untuk bisa tertawa dengan gembira. Kalaupun tertawa, mungkin terpaksa atan dibuat-buat.

Sumber stres pada seseorang bisa berupa akumulasi kesedihan ditambah kecemasan di masa lampau, serta kekhawatiran menatap masa depan, karena tidak sanggup mengambil jalan pintas. Akhirnya, penyandang stres hanya bisa mengurung kenikmatan serta kebahagiaan hidupnya. Akibatnya, ia akan sulit tertawa.

Lalu, adakah perbedaan antara orang stres dan orang yang mudah tersenyum? Tidak seperti orang yang murah senyum, orang stres tampak lebih letih dan pesimistis. Dari segi fungsi ototnya pun berbeda. Kalau orang tersenyum hanya memakai satuan otot, orang stres puluhan otot. Artinya, kelompok tersenyum memakai tenaga otot lebih kecil atau lebih irit daripada kelompok penderita stres.

senyumMereka yang banyak menebar tawa akan lebih bebas dalam bernapas, karena tertawa mempercepat keluarnya udara jenuh dari tubuh yang langsung digantikan dengan udara segar. Pergantian itu akan memperkaya darah dengan oksigen serta membersihkan bagian respirasi atau alat pemapasan.

Tertawa menghilangkan rasa cemas, bingung, sedih, dan gelisah. Stres pun dapat ditanggulangi.

Hidup penuh dengan senyum dan tawa akan terasa lebih segar serta bermanfaat dalam menekan stres yang kita hadapi. Tawa yang tampaknya sepele dan berlangsung hanya sesaat ternyata punya pengaruh yang dapat bertahan cukup lama.

Senyum dan tawa merupakan anugerah yang tidak ternilai dari sang Pencipta. Jadi, tertawalah selagi Anda masih bisa melakukannya. Ha ha ha ha ha hiuhahaha!!

Popularity: 20% [?]

Page 1 of 212