Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (lahir di Cepu, Jawa Tengah 7 Januari 1905 – September 1962) adalah seorang ulama karismatik. Sejarah Indonesia mencatat nama Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo sebagai pemberontak yang memproklamirkan Negara Islam Indonesia (NII) di Tasikmalaya pada tahun 1949.
Kartosoewirjo sempat mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Kedokteran (Nederlands Indische Artsen School). Kiprah politiknya berawal saat ia menjadi murid sekaligus sekretaris pribadi tokoh Partai Sarekat Islam H. O. S. Tjokroaminoto. Karirnya kemudian melejit menjadi sekretaris jenderal Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). PSII merupakan kelanjutan dari Sarekat Islam. Kartosoewirjo kemudian bercita-cita untuk mendirikan negara Islam (Daulah Islamiyah). Di PSII ia menemukan jodohnya. Ia menikah dengan Umi Kalsum, anak seorang tokoh PSII di Malangbong. Ia kemudian keluar dari PSII dan mendirikan Komite Pembela Kebenaran Partai Sarekat Islam Indonesia (KPKPSII).
Pada masa perang kemerdekaan 1945-1949, Kartosoewirjo terlibat aktif tetapi sikap kerasnya membuatnya sering bertolak belakang dengan pemerintah, termasuk ketika ia menolak pemerintah pusat agar seluruh Divisi Siliwangi melakukan long march ke Jawa Tengah. Perintah long march itu merupakan konsekuensi dari Perjanjian Renville yang sangat mempersempit wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Kartosoewirjo juga menolak posisi menteri yang ditawarkan Amir Sjarifuddin yang saat itu menjabat Perdana Menteri. + Continue Reading
Popularity: 16% [?]
1 Comment