Pernahkah diantara teman-teman bloggers yang berpikir, “Apa aku punya kelebihan ya?” Atau begini, “Jangan-jangan aku sama sekali gak punya kelebihan ya?”
Meskipun tiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing tapi pasti soal ini bisa menjadi tolak ukur rasa percaya diri tiap orang.
Setidaknya aku kerap menjumpai perasaan minder seseorang karena tidak atau belum menemukan kelebihan yang dimilikinya, namun banyak sekali kekurangan yang sudah diketahui orang-orang di sekelilingnya.
Akibatnya, kita bisa terjebak pada dilema apakah harus mengasah kelebihan atau harus menutupi kekurangan. Saat ingin mengasah kelebihan bisa-bisa yang muncul malah kekurangannya, sementara kalau berniat menutupi kekurangan kok kelebihannya sama sekali gak ada.
Apalagi kalau melihat orang lain, selalu saja yang terlihat adalah kelebihan orang itu dan kita sama sekali tidak memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan dibandingkan orang tersebut. Hal itulah yang menyebabkan runtuhnya rasa percaya diri.
Jadi, apa yang harus kita dahulukan? Mengasah kelebihan yang masih terpendam atau menutupi kekurangan yang selalu muncul?
Popularity: 21% [?]
Kemarin, 22 Desember merupakan hari ibu yang selalu diperingati tiap tahun. Tapi sepertinya peringatan tersebut hanya sebatas seremonial saja tanpa ada wujud nyata peran serta seorang perempuan terutama ibu di komunitas publik.
Sedih marah gemes benci bingung bercampur jadi satu saat melihat kekalahan timnas Indonesia 0-1 dari Thailand tadi malem. Kenapa begitu? Karena Charis Yulianto dkk kalah di Gelora Bung Karno (GBK), kandang mereka sendiri.
Hari ini, 9 Desember merupakan Hari Anti Korupsi Sedunia. Jadi, marilah kita sebagai warganegara yang baik jauhilah korupsi. Jauhi korupsi sebelum terkena buat generasi muda, jauhi korupsi sebelum ketagihan buat pemula, dan jauhi korupsi sebelum maut menjemput buat konglomerat.
Tadi malam saat pulang melewati pertigaan Jalan Gejayan-Mrican terbaca sebuah baliho besar.
Film yang penggarapan skenarionya sampai 3 tahun ini sudah diputar terlebih dahulu di Cinema du Sud, yang merupakan bagian dari ajang Festival Film Cannes, Perancis dan telah ditayangkan perdana secara resmi di Pusan, Korea Selatan pada bulan Oktober lalu.
Mereka ini tiga santri pada sebuah pesantren di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Namun setelah salah satu dari mereka, Huda, bertemu dengan penyanyi dangdut keliling, Dona Satelit yang diperankan oleh Dian Sastro, tiba-tiba sesuatu terjadi dan mengubah jalan hidup mereka.


