August 29th, 2011
By phery Posted in Catatan Ringan

Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Sebelum saya mengucapkan sesuatu untuk memperingati hari raya yang tiap tahun dirayakan tanggal 1 Syawal ini akan saya ceritakan satu hal.

Ternyata pengetahuan saya tentang kaidah bahasa masih terlalu lemah. Buktinya, hingga 29 tahun saya terus merasakan hari raya terbesar agama Islam ini, baru kali ini saya menyadari kesalahan.

Berawal dari pencarian kata-kata menarik untuk dibuat sebagai ucapan hari raya di website kantor, saya malah menemukan artikel yang menarik dari mbak Ratih Rahayu (Staf Pembinaan Kantor Bahasa Provinsi Lampung) yang dimuat di rubrikbahasa.wordpress.com.

Penulisan Idul Fitri yang saya gunakan selama saya telah mengenal baca tulis puluhan tahun ini ternyata tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang ada.

Kata itu berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yakni id dan alfitri yang artinya kembali dan suci. Id merupakan sebuah unsur terikat yang tidak dapat berdiri sendiri. Dia harus disandarkan pada kata lain yang menyertainya.

Jadi, penulisan yang sesuai dengan kaidah adalah Idulfitri, bukan Idul Fitri. Hal ini juga sejalan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penulisan Idulfitri di dalam literatur tersebut juga digabung.

Semoga dari postingan ini akan lebih banyak tersebar ke semua orang mengenai penulisan yang benar dari Idulfitri.

Selamat hari raya Idulfitri. Mohon maaf lahir dan bathin.


4 Comments

  1. Wah… begitu ya ternyata?
    Kalo begitu, Selamat Hari Raya Idulfitri, mas.
    Mohon Maaf Lahir Batin, ya. ^^ Hehehe…

    • maaf lahir bathin juga nil

  2. selamat idulfitri, fer. walau telat…

    maafkan aku ya :)

    • maaf lahir bathin yaa mbak



Add Yours

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image