Meneruskan postinganku sebelumnya (NgeBLOG, Butuh Mental Kuat?, 11 September 08) ternyata berefek juga. Bukannya tambah ngedrop, tapi temenku bahkan 180 derajat lebih bersemangat memposting blognya. Terhitung 5 hari sejak dia ‘ngambek’ postingannya malah selalu hadir tiap hari.
Tak terlepas dari soal memposting blog, kemarin aku melakukan obrolan dengan seorang teman mengenai postingan yang berkualitas tapi tetep enak dibaca. Yang kami jadikan bahan obrolan adalah salah satu seleblog dari Jogja, tikabanget.
Menurutnya, si seleblog ini setiap mau memposting blognya selalu memikirkan bahan yang akan ditulis maupun cara penulisannya. Jadi dia tidak hanya sekedar mengisi untuk menuh-menuhin blognya, tapi memang benar-benar direncanakan secara matang. Kini, dia bahkan udah punya brand yang jadi ciri khasnya, selalu ada kata “ituh” di setiap judul postingannya.
Ada juga komentar dari Juminten, bloger Jakarta yang cukup terkenal yang di setiap postingannya minimal dapet komen 30 buah. Katanya, untuk menjadi seorang bloger memang membutuhkan mental yang kuat.
Dia sendiri bersama kembarannya, Nona Nieke, yang juga punya blog sendiri di setiap postingannya selalu menghadirkan cerita kehidupannya sehari-hari yang selalu saja ada cerita menarik. Barangkali kehidupan mereka selalu ceria dan bahagia. Keceriaan dalam berposting merupakan keceriaan si kembar ini. Makanya, postingan mereka selalu ditunggu pembacanya.
Ternyata, ciri khas bahasa bisa menjadi senjata ampuh seseorang dalam mengeblog. Baru tahu juga sih, soalnya aku setiap posting blog tidak ada yang jadi senjata utama, selalu berubah-ubah dari segi bahasa ataupun isi.
Memang masih perlu banyak belajar dari para senior nih. Saran ataupun kritikan dari senior memang perlu untuk membangkitkan semangat dan menjadi proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.
Popularity: 15% [?]
Mulai hari ini, kantorku 

Indosiar memang rajanya kalo ngadain acara yang serba reality show. Setelah sukses dengan AFI, AFI Junior, Mamamia, Supermama, Super Soulmate, kini muncul lagi Super Twin. Namanya aja Twin (kembar), tentu aja peserta yang dihadirkan juga kembar semua.


