Gimana ya caranya biar ngeblog bisa menjadi budaya kembali seperti dulu? Praktis, saat ini aktifitas ngeblog tergusur demam facebook yang hadir dengan berbagai fitur yang lebih menarik dibandingkan blog.
Pada masa jayanya dulu, banyak bermunculan komunitas blog di berbagai kota. Bahkan muncul berbagai istilah mulai dari bloggers abal-abal (seperti saya), bloggers sejati (seperti Pak Marsudiyanto atau Mbak Latree), sampai seleb blog (kayak mbak Tika yang paling banged).
Kini, menurut saya, mau tak mau kepopuleran ngeblog tergerus kharisma facebook yang memuat banyak aplikasi dibandingkan blog yang hanya menampilkan sebuah cerita maupun teori yang kalau dibaca semakin lama semakin menjemukan.
Popularity: 4% [?]
Weekend kemarin kita jalan-jalan ke Solo naik kereta api Prameks (Prambanan Ekspress). Kenapa naik kereta? Selain karena nyaman, sekalian mengenalkan ke Navidz perjalanan menggunakan kereta api.
Beberapa hari lalu tak sengaja menjumpai seorang tukang becak yang nampaknya berniat melepas lelah dengan beristirahat di pinggir jalan. Diparkirkanlah becaknya dan sang bapak mulai bersiap untuk mengendorkan urat syarafnya yang tampaknya seharian sibuk mengangkut penumpang.
Padahal ibunya Avidz nanti malem udah balik ke Jogja. Ternyata kemaren pagi diinfokan kalo saya “ditugaskan” ke Denpasar (muka kecewa tapi dalam hati seneng) untuk mewakili kantor menghadiri pernikahan Danang, salah satu teman kami.


