Yang ada di pikiran saya saat pertamakali melihat bapak yang naik sepede ini adalah mengira dia gila. Tapi sempat juga terpikir beliau merasa “sumuk” sehingga tak memakai baju saat bersepeda. Atau dia sedang berolahraga karena menggerak-gerakkan tangan dan kakinya ke atas. Nyatanya dugaan saya salah semua.
Bapak itu sedang melakukan promosi. Sambil menggerak-gerakkan tangan dan kakinya ke tas ternyata dia juga meneriakkan nada promosi mengenai sebuah bengkel container di Jogja. Kemungkinan dia bekerja atau owner di bengkel tersebut. Bisa jadi dia adalah orang dari agen periklanan.
Ternyata, berpromosi bisa dengan berbagai cara dari yang mahal sampai yang menyehatkan dan murah seperti yang dilakukan oleh bapak itu. Tapi kalau saya sih masih lebih suka promosi online daripada promosi offline seperti itu. Ada banyak agen iklan sih. Apa yang kalian pikirkan?
Popularity: 8% [?]
Ternyata facebook memang memabukkan. Situs yang satu ini sudah saatnya perlu diwaspadai. Kebebasan berekspresi, yang belakangan berubah jadi kebebasan berereksi, berupa update status, comment status teman, ataupun pasang foto di profil masing-masing bisa menimbulkan bumerang bagi si pemilik account facebook.
Gimana ya caranya biar ngeblog bisa menjadi budaya kembali seperti dulu? Praktis, saat ini aktifitas ngeblog tergusur demam facebook yang hadir dengan berbagai fitur yang lebih menarik dibandingkan blog.
Weekend kemarin kita jalan-jalan ke Solo naik kereta api Prameks (Prambanan Ekspress). Kenapa naik kereta? Selain karena nyaman, sekalian mengenalkan ke Navidz perjalanan menggunakan kereta api.


