February 4th, 2007
By phery Posted in Cerita Singkat

INGIN CEPAT PULANG

Muara Tebo, 4 Februari 2007 Jam 09.56

Saat saat seperti ini…
Pintu tlah terkunci lampu tlah mati…
Aku ingin pulang …
Tuk segera berjumpa denganmu…

Sebait lagu ingin pulang dari Sheila on 7 di atas benar-benar mewakili hatiku saat ini. Entah mengapa mulai muncul perasaan tidak mempercayai disi sendiri yang telah menancapkan tekad untuk merantau jauh dari negeri orang tanpa sanak saudara. Memasuki bulan ke-3 di tanah Sumatera, mulai timbul gejolak yang dinamakan orang Barat sebagai “homesick” atau bila diterjemahkan secara bebas berarti rindu kampong halaman. Uh apalagi bila teringat perjalanan yang selalu dilalui di tiap tikungan jalan kota Jogja membikin hati semakin ingin cepat pulang dan melupakan semuanya.

Kata orang-orang yang telah terbiasa hidup merantau, waktu 1-2 tahun itu tidaklah lama. Tapia pa benar demikian prakteknya? Fiuh sungguh melelahkan dan menyesakkan bila timbul rasa rindu. Lebih dari 18 Tahun hidup telah kuhabiskan di Jogja dan hampir 9 tahun perjalanan itu aku didampingi seseorang yang selalu setia memahami kemanapun langkahku beranjak. Meninggalkan dalam jangka 1-2 tahun seperti halnya anak kecil yang mainannya direbut orang lain. Sungguh menyakitkan dan bikin hati jadi tersiksa. Benar-benar pengalaman hidup yang pertama kali ini kualami.

Ya, memang butuh waktu untuk membuat semuanya jadi lebih terbiasa. Terbiasa sendiri dan terbiasa tak menggantungkan diri kepada orang lain. Sungguh membutuhkan proses adaptasi yang tidak sebentar untuk orang seperti diriku yang telah terbiasa memiliki banyak kawan yang siap membantu dikala susah. Kini hanya diri ini yang bias dan mampu mengatasi masalah sendiri dan bukan orang lain lagi. Ternyata benar, untuk membuat seseorang dapat berpikir dewasa itu membutuhkan proses yang sangat sulit dan kadangpun membuat kita jadi bimbang dan ragu, mampukah menghadapi persoalan yangs edang membelit ini.

Apapun yang terjadi nanti, aku telkah bertekad baik kepada diri sendiri atau kepada dirinya untuk tetap semangat dan tidak akan menyerah begitu saja terhadap segala rintangan yang menghalangi cita dan cintaku. Bila kita yakin bias menghadapi dengan selalu berusaha dan berdoa pasti yang diatas tidak bakal tidur dan akan selalu memberikan jalan yang terbaik bagiku. Aku sendirei yakin disana pasti ada juga yang selalu mendoakan jalanku. Tak akan kusia-siakan harapan serta cinta kasih yang telah mereka berikan kepadaku.

Popularity: 4% [?]

Postingan Terkait


    Comments are closed.