Untuk pertama kalinya dalam kurun masa hampir 25 tahun ini aku mengikuti detik-detik pergantian tahun bersama orang-orang baru di daerah yang memang juga pertama kalinya aku jamah, kota JAMBI. Ya, aku merayakan tahun baru 2007 bersama teman kuliah di UII, Aai di rumahnya di Tanjung Pinang, JAMBI bareng sodara-sodaranya. Meski suasana malam itu hangat dan ceria tapi aku merasakan ada sesuatu hal yang kurang, kotaku JOGJA dengan berbagai keunikan. Aku berada amat jauh dari kota kelahiranku itu memang bukan tanpa alasan. Sejak 1 Desember 2006 yang lalu aku positif “ nguli “ di Kantor Pemkab Tebo, yang jauhnya 200km dari kota JAMBI, sebagai konsultan akuntansi setelah sebelumnya sempat training di JAKARTA kurang lebih 1,5 bulan dan transit di Pekanbaru selama seminggu.
Sebenernya udah sejak pertama ke Tebo ini aku pengen nulis di buku yang kubeli di Carrefour jogja, tapi selalu ada halangan, males, lupa, banyak kerjaan, dll . Tapi ditahun baru ini aku pengen mendokumentasikan semua kegiatanku ( yang teringat ) selama di perantauan ini. Allah yang Maha Bijaksana memberiku sebuah ujian hidup dengan melakukan perjalanan yang jauh dari orang-orang yang kucintai ditanah jawa sana. Walo kadang sering kesepian tapi aku percaya kalo ALLAH pasti mempunyai rencana yang amazing buat aku. Apalagi aku dikenalkan dengan kota kecil yang masih hijau, Tebo, yang baru kali ini kudengar setelah puluhan tahun ( 24 th ) aku bernafas di muka bumi ini. Seperti halnya Christoper Columbus ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Tanah Amerika, aku berharap sepak terjangku di Tebo ini dapat menghasilkan kejayaan dan kenikmatan pribadi.
Pada Awal tahun 2007 ini aku mulai merasakan adanya kesendirian lantaran aku gak bias mendampingi gadis yang selama ini senantiasa setia memompa semangat hidupku, Herlin. Saat ini ia merayakan seperempat abad kehidupannya 2 Januari 2007 kemaren. Tapi Alhamdulillah sekali dia dapat tersenyum saat membuka kado dariku yang diperantarai oleh Lopes n mbak Rini. Sebuah boneka Gufi raksasa yang tingginya hampir setinggi dia. Betapa indahnya bila aku mendapati langsung ekspresi kaget dan kegembiraan yang terpancar dari wajahnya. Terasa puas hati ini mendengar suara cerianya di ujung telpon nun jauh disana. Berkali-kali aku mengucap syukur kepada Yang Mulia Sang Pencipta kala bisa membuatnya gembira malam itu.
Belum hilang rasa gembira ini, siang tadi aku mendapat telpon dari Kantor Jakarta. Ternyata mbak Leny, pengajar programmer “ pasti masalah poltak ini “ pikirku. Langsung aku beranjak dari tempatku di Bag. Keuangan Tebo, cari tempat yang santai buat ngobrol. Pada masa itu mbak Leny tanya2 masalah yang mengganjal dengan program di Tebo saat ini. Kuceritakan aja kalo sering ada masalah kecil tapi selalu terkendala dalam mengatasinya. Charles yang di plot sebagai programmer belum balik dari Medan, kampunya, sejak jumat lalu. Fiuh ..ternyata mbak Leny udah pesen tiket pesawat n besok jumat mau ke Tebo, gat au mau ngecek aja ato gantiin charles. Yang pasti di smsnya sore tadi dia minta tolong ke aku buat nyariin kos. Rencananya sih dia mau di Tebo 2 minggu nyampe sebulan gitu. Ya semoga aja kehadiran mbak Leny nanti dapat menghadirkan pencerahan buat kerja MSM di Tebo, jadi kalopun ada masalah tetep bisa tidur nyenyak. Insya Allah
Popularity: 4% [?]



