January 20th, 2007
By phery Posted in Cerita Singkat

Kisah masa Lalu

Tugurejo, 20 Januari 2007 Jam 14.10

Suatu masa terlewati, suatu episode hisup yang terlampaui. Mencoba kembali menguak masa silam. Terkenang akan kisah roman anak muda masa sekolah. Biarlah semua itu menjadi sebuah kenangan yang terpatri di hati pribadi kami. Usai masa sekolah, usai pula masa muda kami. Hanya demi sebuah impian sekelompok pemuda berpisah dengan jalan hidup masing-masing. Semua itu demi satu tujuan klasik hidup yang diwariskan turun temurun: Demi Masa Depan. Berbulan-bulan tak menyapa. Bertahun tahun tak bersua. Semua terbius dengan hiruk pikuknya roda kehidupan masing-masing. Ada kalanya berada di bawah, ada saatnya pula diatas. Pontang panting mempertaruhkan hidup demi sebuah harapan masa depan.

Tanpa disangka tanpa diduga, pertautan hati yang tak lekang oleh waktu berkumpul dalam satu rasa dan impian. Menaklukkan ibukota. Meski sesaat, impian akan masa depan itu tak jauh beda. Kembali empat hati disibukkan dengan perasan keringat masing-masing. Tak lain untuk mewujudkan tujuan hidup yang sama, mahligai perkawinan. Tiada yang lebih indah dari hisup selain bersatunya dua mahluk ciptaan Ilahi. Kerja keras banting tulang tak lebih untuk menggapai gengsi tertinggi dalam hidup, meneruskan keturunan yang bermartabat.

Hamparan rumah tangga sangat menyilaukan. Segala pertimbangan harus dipertaruhkan demi mendapat harta tak ternilai harganya itu. Rasa ego, rasa manja, rasa malas harus dienyahkan demi memperoleh kebahagiaan. Istana kebahagiaan harus dilalui dengan melewati keringnya padang pasir, berliku-liku, panas tak terkira dan dahaga yang menghantui. Hanya sang penyabar yang berhak mendapatkan mahkota raja di istana kebahagiaan. Semua itu kembali berbaur dalam impian empat pemuda kampong di rantau.

Popularity: 5% [?]

Postingan Terkait


    Comments are closed.