
Sore itu air laut bergemuruh seperti biasa
Sore itu aingin laut sepoi-sepoi bersenandung ria
Sore itu pedagang tak terlalu sibuk dengan dagangannya
Sore itu anak-anak kecil berlarian penuh gembira
Sore itu…………
Ya Allah, kenapa sore itu berubah menjadi kelam?
Mengapa goncangan yang belum sempat sirna itu hadir?
Mengapa gemericik air berubah menjadi gulungan ombak?
Mengapa harus kami yang sirna?
Mengapa……….
Sore hari di Pangandaran berubah mencekam
Dentuman keras mengguncang ibu pertiwi
Gulungan ombak menggulung seisi daratan
Hancur, sirna, dalam sesaat……tanpa bekas
Astaghfirullah…….
Percikan airmata kembali membahana Nusantara
Jeritan kematian menghiasi hari-hari sendu
Kebingungan insani mengoyak kedamaian duniawi
Keceriaan berubah jadi kemalangan……sekejap
Indonesia kembali berduka
Innalillahi Waa Innailaihi Rojiun
Popularity: 5% [?]



