February 6th, 2007
By phery Posted in Cerita Singkat

Wisata Kuliner

Muara Tebo, 6 Februari 2007 jam 18.24

Bagi yang sering berpindah – pindah tempat tinggalnya pasti pernah mengalami kendala dalam menyesuaikan lingkungan dan biaya hidup. Lingkungan sudah jellas karena di Indonesia ini tiap daerah memiliki iklim yang berlainan. Nah, kalo ngomongin soal biaya hidup ini yang paling menarik. Pasalnya perbedaannya kentara sekali antara daerah satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh adalah kota Jogja, Jakarta, pekanbaru dan Muara Tebo. Akan kita kupas sedikit mengenai kota-kota tersebut seputar makanan.

Di Jogja sudah pasti hamper seluruh warung makan yang ada menyediakan menu standar ( nasi ayam + sayur + es the ) tidak lebih dari Rp 5000 . Kalaupun ada biasanya warung itu sudah memiliki reputasi yang tinggi. Sementara, untuk daerah ibukota Jakarta sebagai contoh kita ambil sample kelurahan Gambir, Jakarta Pusat. Nasi dengan model seperti itu bervariasi antara Rp 7.500 sampai Rp 10.000 tergantung di warung mana kita membelinya. Kalau warung Padang di Jakarta lebih mahal lagi, bisa sampai Rp 15.000

Sementara, di Pekanbaru rata-rata warung makan disana didominasi oleh warung makan Padang yang hamper di tiap sudut jalan selalu ada. Harganya untuk sebiah warung padang relative murah, yakni antara Rp 5000 sampai Rp 7.500 . Bahkan kalo beruntung ada warung yang menyediakan es the gratis. Yang paling istimewa ini di Muara Tebo, sebagai kota kecil di pelosok Jambi, harga makanan yang dipatok oleh pengusaha warung disini sangat brilian bagi mereka dan sungguh menguras dompet kita. Untuk sebuah menu standar saja mereka memasang harga Rp 12.000 sampai Rp 15.000. Antara masakan Jawa dan Padang tidak ada bedanya. …sama sama mahal. Bahkan untuk seporsi nasi goring telor saja harganya mencapai Rp 5.000 itupun belum pake es the. Harga es the di kota kecil ini sekitar Rp 2.500

Tapi memang sudah semuanya tahu bila Indonesia ini kaya akan masakan – masakan yang tersebar di tiap daerah. Jadi berapapun harga yang memaksa kita menghitung ulang anggaran makan tidak menjadi sebuah persoalan. Kita dapat terus bekerja dan berkarya bila tetap makan. Seperti kata pepatah : Urip mung nggo mampir mangan lan ngombe “ . Jadi, nikmati saja makanan yang ada di daerah kita masing – masing.

Popularity: 5% [?]

Postingan Terkait


Comments are closed.