Mengarang, menulis, tatabahasa, dan pelajaran bahasa Indonesia barangkali merupakan pelajaran paling menjemukan dan “kurang tantangan” pada saat kita berada di sekolah menengah dulu. Tidak heran jika penulis dan jurnalis pada akhirnya bukan merupakan sebuah karier yang dicita-citakan oleh banyak anak Indonesia.
Banyak diantara temen-temenku atau bahkan Saya sendiri dulu sangat mendambakan menjadi seorang insinyur, dokter, pilot, atau bahkan pengusaha yang sukses. Sekarang ini tidak banyak orang yang menjadikan menulis sebagai salah satu profesi.
Namun sebenarnya menulis bisa menjadi profesi yang cukup menguntungkan. JK Rowling sebagai contoh saja. Dari menulis, pengarang novel yang salah satu karyanya kini melegenda itu, Harry Potter, kekayaannya melebihi Ratu Inggris, Elizabeth II. Rowling telah menjual bukunya sebanyak 250 juta eksemplar, terbit di 200 negara dan diterjemahkan dalam 61 bahasa.
Untuk menjadi seorang penulis yang baik dan produktif tidak harus memiliki ijasah formal tertentu. Siapa saja sebenarnya memiliki bakat untuk menulis. Toh, sejak awal kita diperkenalkan dengan sekolah pasti kita tahu apa itu pelajaran membaca dan menulis. Tentunya itu lah pelajaran awal yang kita ketahui selain berhitung.
Saat akan memulai suatu karya tulis mungkin kita akan bertanya “Apa yang akan saya tulis? Saya tidak memiliki ide?” Sebenarnya ide ada dimana-mana. Anda dapat menulis tentang apa saja. Tentang kehidupan Anda. Tentang keahlian Anda. Tentang negeri antah berantah yang hanya ada dalam imajinasi Anda. Apa saja. Apa yang Anda alami, lihat atau dengar bisa menjadi tulisan.
Saya sendiri saat ini juga sangat menggemari menulis sesuatu entah apapun hasilnya, yang penting kita sudah berusaha dan pastilah kita akan merasa lega bila karya tulis kita dapat dihargai oleh orang lain yang membacanya. Mari kita tingkatkan budaya menulis!! Tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi seorang PENULIS.
Popularity: 6% [?]



