Muara Tebo, 2 Februari 2007
MENULIS, itulah ilmu sekolahan yang pertama kali kukuasai. Sejak berumur kurang dari 5 tahun menulis selalu melatih jariku untuk selalu bergerak dengan dibantu sebatang pensil.Hingga kini menulis tetap yang terdepan sebagai penerapan bahasa yang universal. Bukan itu saja, menulis merupakan alat dokumentasi yang sangat ampuh sebagai pengingat atau bukti sejarah yang yang terlihat selama tulisan itu masih berbentuk. Hal itu pula yang membuat aku sangat menyukai seni menulis seperti ini. Di kala sendiri, menulis bias jadi obat yang mujarab.
Banyak hal yang bias dilakukan dengan menulis. Kita bias mengungkapkan isi hati entah dengan menulis puisi atau Cuma sekedar membuat diary pribadi, itu cukup melegakan hati. Selain itu kita dapat mengaplikasi imajinasi kita dengan menulis sebuah cerita pendek atau roman percintaan misalnya. Tak jarang menulis pun bisa menghasilkan karya besar apabila diketahui dan dikagumi oleh masyarakat ramai. Karya tulistang bagus tidak akan sirna diterjang masa.
Menulis, berawal dari iseng, lalu di saat bingung tak ada kerjaan, hingga memang ingin menghasilkan karya tulis. Suatu saat, bila telah mencapai tahap pengalaman sebagai penulis , dengan sendirinya akan dating masanya tulisan kita dibutuhkan insane dunia. Memang paling nikmat ya menulis, menulis, menulis, dan terus menulis.
Popularity: 3% [?]



