Kemarin siang salah seorang teman kantor mengalami kejadian unik sekaligus menyebalkan baginya. Bahkan, dia yang orangnya kalem sampai emosi atas kejadian yang menimpanya itu.
Kejadiannya di dekat kantor Walikota Jogja. Teman yang menaiki motor dari arah selatan saat di perempatan balaikota dimintai tolong oleh seorang bapak paruh baya.
Beliau mengaku mobilnya (plat S) kehabisan bensin sementara dompetnya juga ketinggalan di rumah. Beliau minta tolong kepada teman saya untuk minta uang bensin 2 liter untuk nyampai ke rumahnya di daerah Bantul.
Sang teman yang merasa simpati mendermakan sebagian uangnya kepada si bapak. Diambillah uang dari dompet yang jumlahnya cukup untuk membeli bensin 2 liter lebih. Setelah itu, sang teman pamit dan melajukan motornya ke arah utara untuk makan siang bersama sang pacar.
Selang sejam, teman yang melewati jalan yang sama ternyata kembali menemukan si bapak masih meminta-minta ke orang lain. Bahkan, teman saya tersebut juga turut dimintainya kembali.
Merasa dibohongi, sang teman memarah-marahi si bapak dan mengancam akan melaporkan ke polisi. Karuan aja si bapak yang mungkin merasa takut bakal dilaporkan langsung pergi dari tempat itu dan melarikan mobilnya.
Kejadian itu bisa jadi pelajaran buat kita semua agar berhati-hati dalam menyedekahkan harta kita. Di perempatan-perempatan sudah banyak spanduk yang mengharuskan kita lebih baik mendermakan harta kita ke organisasi yang memang berkompeten untuk itu.
Kalau memang sudah terlanjur mengalami kejadian seperti itu lebih baik diikhlaskan dan anggap sudah beramal.
Popularity: 40% [?]



